Lewati ke konten utama
Askara
IDEN
Proyek AskaraAktif

Sawah Organik Namang

Demoplot sawah organik seluas 0,6 hektare sebagai model praktik terbaik pertanian padi ramah lingkungan di Bangka.

Mengembangkan model sawah organik yang dapat direplikasi petani sekitar, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan menjadi pusat pembelajaran bagi generasi muda serta petani pemula.

Periode2024 - ongoing
← Semua proyek
Sawah Organik Namang
Sawah Organik NamangFoto dokumentasi
Tentang proyek

Gambaran umum.

Sawah Organik Namang adalah proyek pertanian berkelanjutan di Desa Namang, Bangka Tengah, yang menjadi bagian dari program Integrated Farming Bangka. Proyek ini berfokus pada penghidupan kembali tanah pertanian yang sehat dan subur serta menghasilkan beras organik berkualitas tinggi yang aman, sehat, dan bernilai gizi.

Metodologi

Pendekatan dan strategi utama.

Langkah-langkah kunci untuk mewujudkan sawah organik yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Sawah Organik Namang dirancang sebagai model best practice pertanian padi ramah lingkungan yang dapat direplikasi petani sekitar. Demoplot ini menjadi ruang belajar bersama bagi petani, peserta PKBM, dan generasi muda untuk memahami sistem pangan yang menyehatkan bumi sekaligus menguatkan komunitas.

Melalui pendekatan regeneratif, proyek ini tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga pemulihan kualitas tanah, kemandirian input, dan terbentuknya agroekosistem sawah yang seimbang dan produktif dalam jangka panjang.

Manajemen tanah regeneratifAnalisis pH dan hara, peningkatan bahan organik, serta aktivasi mikroba tanah dengan kompos, biochar, dan biofertilizer.
Sistem irigasi dan air bersihPengembangan model pengairan efisien dan perlakuan air (water treatment) untuk memastikan air bebas kontaminasi.
Kemandirian pupuk organikPemanfaatan jerami fermentasi, pupuk kandang, dan cairan mikroba sebagai sumber hara utama.
Konservasi agroekosistem sawahMenjaga serangga penyerbuk, burung sawah, dan diversifikasi tanaman untuk membentuk ekosistem yang seimbang.
Pelibatan masyarakat dan pendidikanMelibatkan petani lokal dan peserta didik PKBM dari tahap perencanaan hingga pascapanen.
Konteks

Tantangan yang direspon.

Sawah Organik Namang hadir untuk menjawab persoalan nyata dalam sistem pertanian padi konvensional.

Praktik pertanian intensif berbasis input kimia meninggalkan banyak persoalan: tanah yang lelah, biaya produksi tinggi, hingga menurunnya kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Di saat yang sama, regenerasi petani muda berjalan lambat dan akses terhadap pengetahuan pertanian alami masih terbatas. Proyek ini memposisikan sawah sebagai ruang belajar hidup yang menghubungkan ilmu, praktik, dan komunitas.

01Menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara intensif.
02Ketergantungan tinggi pada input kimia yang mahal dan merusak lingkungan.
03Rendahnya kandungan nutrisi pada beras hasil pertanian konvensional.
04Lemahnya regenerasi petani muda dan minimnya akses pendidikan pertanian berkelanjutan.
Dokumentasi

Galeri foto.

Dokumentasi visual dari kegiatan dan perkembangan proyek di lapangan.

Sawah Organik Namang | Yayasan Cakrawala Askara Nusantara